Sambal matah adalah salah satu sambal paling khas dari Bali β berbeda dari sambal pada umumnya karena tidak digoreng atau diulek halus. Semua bahan diiris tipis lalu disiram minyak panas, sehingga aromanya tetap segar dan teksturnya renyah. Rasanya pedas, gurih, dan sedikit asam dari perasan jeruk limau, membuatnya jadi pelengkap favorit untuk ayam betutu, ikan bakar, atau bahkan sekadar nasi hangat.
Yang membuat sambal matah istimewa adalah kesederhanaannya. Bahan utamanya hanya bawang merah, cabai rawit, serai, dan daun jeruk β semua bahan yang mudah ditemukan, termasuk yang sudah tersedia dalam kemasan siap pakai seperti ABC Sambal Bawang. Menggunakan produk kemasan seperti ini bisa menghemat banyak waktu tanpa mengurangi cita rasa otentiknya, apalagi untuk yang tinggal di Singapura dan tidak selalu punya akses ke bahan segar khas Indonesia.
Bahan-bahan: 10 siung bawang merah (iris tipis), 15 buah cabai rawit (iris serong), 2 batang serai (ambil bagian putihnya, iris halus), 5 lembar daun jeruk (buang tulang daun, iris halus), 1 sendok makan air jeruk limau, garam dan gula secukupnya, 4 sendok makan minyak kelapa atau minyak goreng panas.
Cara membuat: Campurkan bawang merah, cabai rawit, serai, dan daun jeruk dalam satu wadah. Tambahkan garam, gula, dan air jeruk limau, aduk rata. Panaskan minyak hingga benar-benar panas (jangan sampai berasap), lalu siramkan perlahan ke atas campuran bawang dan cabai sambil terus diaduk. Minyak panas ini yang akan “memasak” bawang dan cabai tanpa membuatnya layu, sekaligus mengeluarkan aroma khasnya.
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi saat membuat sambal matah adalah minyaknya kurang panas, sehingga bawang dan cabai jadi terasa mentah dan baunya menyengat, bukan harum. Sebaliknya, kalau minyak terlalu panas sampai berasap, bawang merah malah bisa gosong dan pahit dalam hitungan detik. Cara amannya, panaskan minyak sampai benar-benar bergelombang di permukaan lalu segera angkat dari kompor sebelum dituang β panas sisa dari minyak itu sudah cukup untuk “memasak” bawang dan cabai secara sempurna.
Sambal matah juga sangat fleksibel untuk dimodifikasi sesuai selera. Beberapa orang menambahkan terasi bakar untuk rasa yang lebih gurih dan kompleks, sementara yang lain suka menambahkan potongan tomat ceri untuk sentuhan asam segar. Untuk versi yang lebih praktis, kamu juga bisa mencampurkan sedikit sambal kemasan seperti ABC Sambal Bawang ke dalam sambal matah buatan sendiri β hasilnya tetap terasa segar dan otentik, namun waktu persiapannya jauh lebih singkat.
Sambal matah paling enak disantap segar, dalam beberapa jam setelah dibuat, selagi bawang merahnya masih renyah. Simpan sisa sambal di wadah tertutup dalam kulkas dan habiskan dalam 1-2 hari untuk hasil terbaik β semakin lama disimpan, aroma segarnya akan semakin memudar dan bawang merahnya mulai melunak. Selamat mencoba, dan jangan lupa siapkan air minum β sambal ini levelnya cukup menantang!